DOWN SYNDROME
Down Syndrome adalah kelainan genetik yang disebabkan ketika pembelahan sel menghasilkan bahan genetik tambahan dari kromosom 21.
Penyebab Down Syndrome
Sel pada tubuh manusia umumnya terdiri atas 23 pasang kromosom. Satu kromosom pada setiap pasangan berasal dari sang ayah dan lainnya dari sang ibu. Pada pengidap sindrom Down, pembelahan sel abnormal pada kromosom ke-21 terjadi. Ketidaknormalan pembelahan sel ini menghasilkan jumlah kromosom yang berlebih.
Faktor Risiko Down Syndrome
Beberapa faktor dibawah ini dipercaya bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan down syndrome seperti:
- Mempunyai adik atau kakak dengan down syndrome.
- Wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun.
- Usia ibu saat mengandung merupakan faktor yang bisa meningkatkan risiko mempunyai bayi dengan down syndrome.
- Wanita yang mempunyai anak dengan down syndrome bisa berisiko melahirkan bayi dengan kondisi tersebut pada kehamilan berikutnya.
- Faktor down syndrome lainnya adalah faktor keturunan.
Pengobatan Down Syndrome
Karena down syndrome tidak dapat disembuhkan, maka dibutuhkan peran aktif bagi anggota keluarga untuk memberikan kehidupan yang normal bagi pengidap down syndrome. Lakukan hal berikut jika ada anggota keluarga yang mengidap down syndrome:
- Mempunyai akses perawatan kesehatan yang baik.
- Mengikuti program yang mendukung bagi anak pengidap down syndrome.
- Mengikuti organisasi akan edukasi dan dukungan untuk bertukar informasi.
- Mempunyai dan menjadi kehidupan keluarga senormal mungkin.
Komplikasi Down Syndrome
Bayi yang lahir dengan sindrom Down mungkin lahir dengan masalah fisik dan berisiko tinggi alami masalah kesehatan di masa depan. Kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:
- Gangguan pada jantung.
- Masalah pada pendengaran dan penglihatan.
- Gangguan gastrointestinal.
- Obesitas.
- Masalah pernapasan.
- Tiroid yang kurang aktif.
- Alami kejang.
- Leukemia sejak dini.
- Demensia sejak dini.
Pencegahan Sindrom Down
Belum diketahui cara untuk mencegah terjadinya sindrom Down. Jika seseorang berisiko tinggi memiliki anak dengan kelainan ini atau sudah memiliki satu anak dengan sindrom ini, ada baiknya untuk berdiskusi dengan dokter sebelum hamil.
sumber: https://www.halodoc.com

Komentar
Posting Komentar